Mengapa Memilih 4Life Transfer Factor?
Banyak suplemen kesehatan di luar
sana, tapi 4Life Transfer Factor memberikan kualitas terbaik bagi Anda
untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan cara yang aman dan nyaman.
Berikut alasan-alasan mengapa 4Life Transfer Factor terbaik untuk Anda.
1. 4Life Transfer Factor telah terdaftar di BPOM
Banyak suplemen yang beredar tidak
terdaftar di BPOM, seperti permen karet libido, obat kuat yang di
pinggir jalan, dsb. Hal ini bisa mengancam keselamatan jiwa kita, karena
bukan tidak mungkin mereka tidak memiliki BPOM karena Departemen
Kesehatan tidak meluluskannya karena alasan berbahaya.
2. 4Life Transfer Factor terdaftar di PDR.net
PDR (Physicians Desk Reference) adalah
buku/situs rujukan USA dan International dalam hal obat-obatan dan
suplemen makanan. FDA, BPOM, dan semua lembaga pengawas peredaran obat
dan makanan atau bahkan praktisi kesehatan international harus merujuk
pada PDR jika akan mengeluarkan rekomendasi. Setiap yang termasuk dalam
PDR sudah pasti melalui serangkaian uji klinis yang ketat, serta diawasi
secara cermat dan teliti. 4Life Transfer Factor telah terdaftar dalam PDR sejak tahun 2003 hingga hari ini sebagai satu-satunya Transfer Factor yang direkomendasikan.
3. 4Life Transfer Factor berasal dari Isolat
4Life Transfer Factor adalah bahan alam
dari 2 sumber : colostrum dan kuning telur, yang kemudian difiltrasi
hingga didapatkan molekul protein Transfer Factor serta Nano Factor.
Molekul ini adalah molekul cerdas yang sudah diteliti sejak tahun 1949;
memiliki “daya ingat” terhadap milyaran patogen yang kemudian bisa kita
gunakan sebagai daya pertahanan tambahan tubuh kita. Transfer Factor
juga terbukti meningkatkan aktivitas NK Cell tubuh kita hingga 437%
sehingga imunitas kita menjadi berlipat.
Oleh karena itu, 4Life Transfer Factor
telah terbukti digunakan oleh para dokter dan komunitas medis di Rusia
terhadap berbagai macam pasien yang terpapar virus seperti HIV/AIDS,
Hepatitis B&C, dan berbagai virus lain hingga pada tataran
penerbitan “Petunjuk Pemakaian Transfer Factor” (Methodological Letter).
Termasuk juga Transfer Factor telah digunakan oleh beberapa praktisi
medis di Indonesia untuk membantu meningkatkan penyeimbangan dan
peningkatan sistem imun bagi para survivor cancer, penderita stroke,
diabetes, jantung koroner, serta autoimmune disease seperti Rheumatoid Arthritis, Psoriasis, Ankylosing Spondylitis, dlsb.
4. Belum Pernah Ditemukan Adanya Efek SampingDari sejak penggunaannya di tahun 1949, belum pernah ditemukan efek samping yang terjadi pada pasien, bahkan pada penggunaan jangka panjang hingga 10 tahun lebih. Hal ini diungkapkan dalam situs PDR.net sebagai berikut :
Safety
In a study of acute toxicity rats were assessed for fourteen days following a single gavage of 4Life Transfer Factor. Five female SD rats were each gavaged with a dose of 2,000mg/kg. No treatment-related mortalities occurred and there were no clinical signs of toxicity. No significant difference in body weights occurred. No gross lesions were found at necropsy in any of the animals. Thus, acute toxicity is considered to be greater than 2,000mg/kg.Since the discovery of transfer factors in 1949 there have been no reports of allergic reactions [1] or of any side effects resulting from long-term use of 10 years or more.The use of transfer factors is contraindicated in persons receiving immunosuppressive therapy, though actual interactions have not been documented.[1] Fudenberg, H. and G. Pizza, Progress in Drug Research, 1994. 42: p. 309-400.
5. Terbukti Lebih Ekonomis dari Suplemen Lain
Transfer Factor telah terbukti lebih
ekonomis. Sebagai data pembanding, kita bisa menyimak hasil penelitian
dari Longevity Inc dan RAMS (Russian Acedemy Medical Science) selama 7
tahun yang dipublikasikan di JANA (Journal of American Nutraceutical
Association). JANA adalah lembaga publikasi riset ilmiah yang
independen. Penelitian tersebut melibatkan berbagai bahan alam yang
biasa kita gunakan sebagai suplemen kesehatan antara lain : Mengkudu,
Cordyceps, Manggis, Kolostrum, Aloevera, Bee Propolis, dsb. Hasil
penelitian secara lengkap bisa Anda minta kepada kami secara personal message.
6. Memiliki Range Pemakai yang Luas
4Life Transfer Factor aman digunakan
oleh semua kalangan sebagai suplemen imunitas tubuh, kecuali mereka yang
telah menerima transplantasi organ atau ibu yang tengah hamil muda (0-3
bulan). Hal ini dimungkinkan karena 4Life Transfer Factor berupa
molekul protein 44 rantai asam amino yang dikenali sebagai tubuh kita
seperti halnya protein yang lain. Ingat bahwa tubuh kita juga
menghasilkan Transfer Factor sebagai “media” penghantaran informasi
kekebalan tubuh. Ibu yang hamil tidak bisa menerima transfer factor
karena dikhawatirkan aktivitas sistem imunnya meningkat sehingga
mengenali embrio bayi sebagai “benda asing”. Logika yang sama juga
dikenakan terhadap penerima transplantasi organ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar