4LIFE

4LIFE
DIAMOND CAMP V

Senin, 03 Februari 2014

TESTIMONI HEPATITIS B

Bagaimana Menyembuhkan Penyakit Hepatitis B dan Sirosis Stadium IV

Bila Anda mengidap penyakit Hepatitis B, minumlah Transfer Factor. Kesaksian berikut menceritakan khasiat Transfer Factor bagi yang pernah menderita penyakit hepatitis.
Saya pria berumur 44 tahun, di tahun 2002 didiagnosa mengidap Hepatitis B. Dokter menyarankan biopsi dan hasilnya adalah sirosis stadium IV dengan luka parut yang parah. Saya telah memakai interferon dan ipeg interferon terbaru tanpa hasil yang baik. Kenyataannya, jumlah virus bertambah dan tingkat enzim memburuk bulan Desember 2005.

Pengacara saya menyarankan Transfer Factor dari 4Life Research karena rekan lamanya yang mengidap Hepatitis B mendapat hasil yang baik. Sesaat sebelum Natal, saya mulai minum Transfer Factor Plus (8 kapsul) dan Transfer Factor (6 kapsul) per hari. Bulan Juli 2006 hasilnya muncul dan ternyata hampir tidak masuk akal, saya hanya mengalami sirosis awal, bahkan belum mencapai stadium I dan luka parut juga sangat kecil.
Sandy
Produk ini (Transfer Factor Plus) benar-benar berkhasiat bagi saya. Pengobatan dengan interferon dan ribaviran tidak membantu bahkan membuat mual. Pemeriksaan fungsi hati saya membaik dari sangat buruk menjadi normal setelah 3 bulan minum, 3x3 kapsul Transfer Factor Plus. Saya merasa normal kembali. Terima kasih.
Charles
Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Namun, untuk menyingkat kisah saya yang panjang, jumlah virus di tubuh saya 2.6 juta saat mulai minum Transfer Factor Plus 9 kapsul per hari. Hasil pemeriksaan darah kemarin (10/5) memperlihatkan bahwa sekarang hanya 364.000. Saya berteriak gembira. Air mata berlinang, terkesima. Saya menghitung dan sadar bahwa virus saya berkurang 86 %. Terima kasih 4Life Reasearch
Joseph
David mengidap penyakit Hepatitis B kronis, didiagnosa mengalami sirosis (penurunan fungsi hati) dengan asites (cairan akibat radang atau penyumbatan pembuluh darah balik). Ia pernah dirawat di rumah sakit setempat. Saat cairan ini sangat mengganggu, terjadi pendarahan di pembuluh darah di sekitar kerongkongan dan bawah lambung, rongga dada dan perikardium (kantung membran pembungkus jantung) terisi penuh cairan. Ia telah minum berbagai obat. Namun, hasilnya tidak mmuaskan.

Bulan Mei 2005 pertama kali minum Transfer Factor Plus. Sebelumnya, berat badannya 54 kg, letih, usus membengkak, selera makan lenyap, lidah terasa pahit dan air seni kekuningan. Hasil pemeriksaan fungsi hati memperlihatkan peningkatan ALT dan AST, kadar albumin =32.21 g/L. Ia minum obat pelancar air seni.

Setelah minum TF Plus (3x3 sehari, buang air besarnya lancar (3 x sekari), yang berangsur menjadi 1-2 x sehari tanpa nyeri perut, selera makan dan kondisi mentalnya mulai membaik, obat pelancar air-seninya juga dihentikan.

Setelah dirawat selama 9 bulan, semua gangguan tersebut lenyap. Selera makan dan kodisi mentalnya baik. Berat badannya meningkat 5.5 kg. Kadar albumin naik sampai 35.04 g/L. Indikator antige-antibodi virus Hepatitis B tidak berubah, sebelum dan sesudah perawatan.
Lenny.
Samantha didiagnosa mengidap sirosis dengan asites berlebihan di tahun 2002. Namun, penyebabnya tidak diketahui. Ia telah lama di rawat dengan obat pelancar air seni serta anti virus, serta menderita diabetes.

Ia mulai minum Transfer Factor Plus (9 kapsul per hari), bulan Juli 2004. Sebelum minum TF Plus, ususnya bengkak, hilang selera makan, letih, anggota tubuh bagian bawah membengkak, kondisi mental jelek, berat badan turun, mulut kering dan selalu haus.

Setelah minum TF Plus selama 15 hari, asites dan bengkak mulai berkurang, dosis pelancar air-seni bisa dikurangi pula. Setelah 3 bulan, asites berkurang, pembengkakan usus dan anggota tubuh bagian bawah juga lenyap.
John

Catatan:
ALT (Alanine Amino Transferase) juga disebut SGPT (serum glutamic-pyruvic transminase) dan AST (Aspartate aminotrasferase) atau SGOT (serum glutamic-oxaloacetic transminase) adalah zat kimia yang dilepaskan hati ke darah, bila fungsi hati terganggu. Makin tinggi nilainya, makin jelek. Kerusakan hati diakibatkan oleh virus, toksin, obat atau alkohol.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar